Non-Performing Loans in Banking: Analyzing Risk Mitigation Failures and Reconstructing Legal Protection Frameworks

Main Article Content

Teguh Ikhrawansyah S
Hasbuddin Khalid
S. Salle

Abstract

This study aims to critically examine the persistence of non-performing loans within the banking system by analyzing the failures of credit risk mitigation and reconstructing the legal protection framework governing creditor–debtor relationships. The research departs from the assumption that credit default is not solely an economic phenomenon but also a legal and institutional problem rooted in regulatory fragmentation, weak enforcement mechanisms, and imbalanced contractual arrangements. To address this issue, the study employs a normative legal research method, utilizing statutory and conceptual approaches. The statutory approach is used to analyze relevant regulations on banking, contracts, and insolvency, while the conceptual approach explores legal doctrines related to risk mitigation, fairness, and legal protection. Data are analyzed using a descriptive-prescriptive technique, which not only explains the existing legal framework but also formulates normative recommendations for reform. The findings reveal that current risk mitigation practices are overly formalistic and heavily dependent on collateral, without sufficient consideration of debtor capacity and legal enforceability. At the same time, the legal framework demonstrates significant deficiencies, including contractual imbalance, fragmented regulations, and inefficient dispute resolution mechanisms, which collectively weaken both preventive and corrective responses to credit default. This study finds that the disconnection between risk management practices and legal protection frameworks exacerbates systemic vulnerabilities within the banking sector. Accordingly, this research proposes an integrated reconstruction of legal protection and credit risk mitigation, emphasizing balanced contractual standards, effective enforcement mechanisms, regulatory harmonization, and a justice-oriented legal framework. Such reconstruction is essential to ensure a more equitable, resilient, and sustainable banking system.

Article Details

How to Cite
S, T. I., Khalid, H., & Salle, S. (2026). Non-Performing Loans in Banking: Analyzing Risk Mitigation Failures and Reconstructing Legal Protection Frameworks. Golden Ratio of Law and Social Policy Review, 6(1), 119–132. https://doi.org/10.52970/grlspr.v6i1.2388
Section
Articles

References

Aditama, P. N. (2019). Tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam memberikan perlindungan hukum bagi para pihak pada peralihan hak atas tanah melalui jual beli. Lex Renaissance, 3(1), Article 8. https://doi.org/10.20885/JLR.vol3.iss1.art8

Agustina, R. (2021). Hukum perjanjian di Indonesia. Prenadamedia Group.

Agustri, R., & Saravistha, D. B. (2025). Peran dan tanggung jawab Pejabat Pembuat Akta Tanah dalam pendaftaran hak tanggungan secara elektronik. AL-DALIL: Jurnal Ilmu Sosial, Politik, dan Hukum, 3(1), 39–46. https://doi.org/10.58707/aldalil.v3i1.798

Armour, J., Awrey, D., Davies, P., Enriques, L., Gordon, J. N., & Mayer, C. (2016). Principles of financial regulation. Oxford University Press.

Ascarya, A., & Yumanita, D. (2019). The role of Islamic banking in financial inclusion in Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, 22(1), 1–28. https://doi.org/10.21098/bemp.v22i1.1056

Asshiddiqie, J. (2019). Pengantar ilmu hukum tata negara. Rajawali Pers.

Astriansyah, R., & Al Musyaddady, H. A. (2026). Peran notaris dan PPAT dalam proses peralihan hak atas tanah. MLIJo: Journal of Law and Islamic Thought, 1(1), 35–45. https://doi.org/10.18860/mlijo.v1i1.12334

Atmasasmita, R. (2020). Teori hukum integratif. Genta Publishing.

Bank for International Settlements. (2017). Basel III: Finalising post-crisis reforms. BIS.

Beck, R., Jakubik, P., & Piloiu, A. (2015). Key determinants of non-performing loans: New evidence from a global sample. Open Economies Review, 26(3), 525–550. https://doi.org/10.1007/s11079-015-9346-5

Dendawijaya, L. (2019). Manajemen perbankan. Ghalia Indonesia.

Fuady, M. (2017). Hukum kepailitan dalam teori dan praktik. Citra Aditya Bakti.

Goode, R. (2016). Principles of corporate insolvency law. Sweet & Maxwell.

Gultom, I. K. (2020). Tanggung jawab PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) atas peralihan hak atas tanah tanpa kehadiran pemegang hak. Ilmu Hukum Prima, 3(2). https://doi.org/10.34012/jihap.v3i2.1291

Hadad, M. D. (2020). Financial regulation and supervision in Indonesia: Challenges and reforms. Journal of Financial Regulation and Compliance, 28(2), 215–230. https://doi.org/10.1108/JFRC-11-2019-0143

Harahap, M. Y. (2020). Hukum perbankan nasional. Sinar Grafika.

Hardy, D. C., & Takáts, E. (2020). COVID-19 and the global banking system. IMF Working Papers, 2020(207). https://doi.org/10.5089/9781513557741.001

Haridhy, F. T., Ismail, I., & Darmawan, D. (2019). Perlindungan hukum bagi pembeli akibat kelalaian PPAT dalam pembuatan akta jual beli. Jurnal IUS Kajian Hukum dan Keadilan, 7(2), 319–329. https://doi.org/10.29303/ius.v7i2.652

Harjono, H. (2019). Konstitusi dan peran peradilan. UI Press.

Hernoko, A. Y. (2020). Hukum perjanjian: Asas proporsionalitas dalam kontrak komersial. Kencana.

Hidayat, A. (2021). Kebijakan restrukturisasi kredit di masa pandemi COVID-19. Jurnal Hukum Ekonomi, 13(2), 115–130.

Ibrahim, J. (2019). Teori dan metodologi penelitian hukum normatif. Bayumedia.

Kasmir. (2020). Dasar-dasar perbankan. RajaGrafindo Persada.

Khairandy, R. (2020). Hukum kontrak Indonesia dalam perspektif perbandingan. FH UII Press.

Mahmud Marzuki, P. (2021). Penelitian hukum. Kencana.

Maitsaa’Jaudah, T., Seu, A. S. I., & Nabila, J. A. (2026). The position of notarial sale and purchase agreements in the transfer of land rights. Journal of Private and Commercial Law, 2(2), 183–202. https://doi.org/10.20885/JPCOL.vol2.iss2.art3

Miru, A. (2019). Hukum kontrak dan perancangan kontrak. RajaGrafindo Persada.

Nasution, A. (2020). Perlindungan konsumen dalam perjanjian kredit perbankan. Jurnal Hukum Ius Quia Iustum, 27(1), 45–60. https://doi.org/10.20885/iustum.vol27.iss1.art3

Nasution, B. J. (2022). Penyelesaian sengketa perbankan melalui alternatif dispute resolution. Jurnal Hukum dan Peradilan, 11(2), 145–160. https://doi.org/10.25216/jhp.11.2.2022.145-160

Oktavia M Sarno, S. P., Santoso, B., & Prabandari, A. P. (2021). Peran PPAT dalam melakukan perlindungan hukum bagi para pihak pada peralihan hak atas tanah melalui jual beli. Notarius, 14(2), 757–768. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43802

Pistor, K. (2019). The code of capital: How the law creates wealth and inequality. Princeton University Press.

Prasetyo, T. (2022). Digitalisasi pengawasan perbankan di Indonesia. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 26(1), 67–82. https://doi.org/10.26905/jkdp.v26i1.6890

Rachmadi, U. (2018). Hukum jaminan fidusia. Sinar Grafika.

Rahardjo, S. (2020). Ilmu hukum. Citra Aditya Bakti.

Republik Indonesia. (1960). Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043.

Republik Indonesia. (1997). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3696.

Republik Indonesia. (1998). Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 52, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3746.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 3, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5491.

Republik Indonesia. (2016). Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5893.

Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak Atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 28, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6630.

Saliman, A. R. (2019). Hukum bisnis untuk perusahaan. Kencana.

Satrio, J. (2018). Hukum jaminan hak jaminan kebendaan. Citra Aditya Bakti.

Sembiring, S. (2020). Hukum perbankan Indonesia. Mandar Maju.

Sjahdeini, S. R. 2018). Perbankan syariah: Produk dan aspek hukumnya. Kencana.

Stiglitz, J. E., & Weiss, A. (1981). Credit rationing in markets with imperfect information. American Economic Review, 71(3), 393–410.

Subekti. (2017). Hukum perjanjian. Intermasa.

Sutantio, R. (2021). Hukum acara perdata. Mandar Maju.

Sutedi, A. (2021). Hukum perbankan: Suatu tinjauan yuridis. Sinar Grafika.

Sutiyoso, B. (2021). Metode penemuan hukum. UII Press.

Usman, R. (2019). Hukum jaminan Indonesia. Sinar Grafika.

Wahyuningrum, D. A., & Badriyah, S. M. (2024). Perlindungan hukum untuk pembeli akibat kelalaian PPAT dalam perjanjian jual beli tanah. Notarius, 17(1), 232–247. https://doi.org/10.14710/nts.v17i1.42068

Wibowo, E. (2020). Manajemen risiko kredit dalam perbankan Indonesia. Jurnal Manajemen Keuangan, 18(2), 201–215.

Widodo, J. (2022). Mediasi sebagai alternatif penyelesaian sengketa perbankan. Jurnal Hukum dan Pembangunan, 52(3), 389–405. https://doi.org/10.21143/jhp.vol52.no3.3456

Yani, A., & Widjaja, G. (2021). Seri hukum bisnis: Kepailitan. RajaGrafindo Persada.