Main Article Content
Abstract
The development of globalization and digital technology has accelerated cross-border electronic commerce, creating broader market opportunities for MSMEs while increasing the risk of legal disputes arising from differences in jurisdictions and legal systems. This study aims to identify the most appropriate, adaptive, and legally feasible dispute resolution model for resolving cross-border electronic business contract disputes involving MSMEs from a formal legal perspective. This research employed a descriptive-analytical method using a normative legal approach supported by empirical data obtained through interviews. The study analyzed primary, secondary, and tertiary legal materials through qualitative legal analysis to examine the legal framework governing cross-border electronic contracts and dispute resolution mechanisms. The findings indicate that conventional litigation and existing alternative dispute resolution mechanisms remain inadequate for MSMEs due to high costs, lengthy procedures, limited access to justice, and jurisdictional challenges. In contrast, Online Dispute Resolution (ODR) offers a more effective model by providing greater efficiency, flexibility, and accessibility in resolving cross-border electronic business contract disputes. The implementation of ODR is legally supported by Law Number 1 of 2024 concerning Electronic Information and Transactions, particularly Article 5, which recognizes electronic documents as valid legal evidence, and Law Number 30 of 1999 concerning Arbitration and Alternative Dispute Resolution, particularly Article 4(3), which recognizes electronic communications in dispute resolution. However, Indonesia still requires a comprehensive legal framework governing ODR implementation, institutional authority, and enforcement to strengthen legal certainty and improve legal protection for MSMEs. This study contributes to the development of Indonesian commercial law by proposing a formal legal framework integrating ODR into cross-border electronic business contract dispute resolution and supporting future legal reform and digital commerce governance.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Anindya, D., & Tri, D. (2025). Penerapan klausula pilihan hukum dan pilihan forum dalam penyelesaian sengketa kontrak internasional. https://doi.org/10.56338/jks.v8i3.7179
- Atmoko, D., & Handayani, O. (2023). Hukum kontrak (teori dan perancangan kontrak). CV Literasi Nusantara Abadi.
- CNN Indonesia. (2025, 19 Mei). Ekspor UMKM nyaris tembus Rp1 T per April 2025. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250519184051-92-1230882/ekspor-umkm-nyaris-tembus-rp1-t-per-april-2025
- Darmayanti, E., & Ginting, E. (2025). Analisis hukum kontrak elektronik ditinjau dari kitab undang-undang hukum perdata: Kekuatan kontrak elektronik. [Data sumber publikasi tidak lengkap pada teks asli].
- Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum: Normatif dan empiris. Kencana.
- Hanida, D. (2023). Penerapan online dispute resolution (ODR) dalam upaya penyelesaian sengketa e-commerce di Indonesia. Yustisi, 10(3), 31–39. https://doi.org/10.32832/yustisi.v10i3.15195
- Harahap, L., & Situngkir, J. (2025). Peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. https://ejournal.cendekiainsight.com/index.php/PESTEL
- Kusumadara, A. (2013). Kontrak bisnis internasional. Sinar Grafika.
- Made, I. M. G. G., Hirsanuddin, & Raodah, P. (2023). Penyelesaian sengketa konsumen melalui ODR (online dispute resolution). Commerce Law, 3(2). https://doi.org/10.29303/commercelaw.v3i2.3518
- Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
- Naja, D. (2006). Contract drafting: Seri keterampilan merancang kontrak bisnis. PT Citra Aditya Bakti.
- Parera, A. (2022). Perlindungan hukum bagi pemegang polis akibat wanprestasi. Andi.
- Qamar, N., & Rezah, F. (2020). Metode penelitian hukum doktrinal dan non-doktrinal. CV. Social Politic Genius.
- Ramadani, T. M., & Nurliyantika, R. (2022). Tanda tangan elektronik dalam kontrak bisnis internasional. Sol Justicia, 5(1), 87–96. https://doi.org/10.54816/sj.v5i1.479
- Rayón Ballesteros, M. C., & González Ávila, J. L. (2024). Online dispute resolution platforms (ODR): A legal and technical perspective. Law and Business, 4(1), 28–38. https://doi.org/10.2478/law-2024-0006
- Royani, E., Fitriyah, & Yahdiani, Y. (2023). Rekonstruksi hukum e-commerce di Indonesia. CV. Amerta Media.
- Saifuddin, S., & Zulaeha, S. (2022). Mitigasi risiko drop selling pada pelaku UMKM menggunakan e-commerce (studi kasus: UMKM Kampoeng Snack). Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 19(1), 56–65. https://doi.org/10.31849/jieb.v19i1.7666
- Sari, A. G., Sudarmanto, H. L., & Kusumaningrum, D. (2022). Online dispute resolution (ODR) wujud alternatif penyelesaian sengketa bisnis fintech di Indonesia. Transparansi Hukum, 5(1). https://doi.org/10.30737/transparansi.v5i1.2268
- Simandalahi, E., Siregar, J., Hutauruk, R., Simatupang, R., & Anggusti, M. (2024). Perbandingan ketentuan yang mengatur cross border e-commerce antara Indonesia dan Cina. Journal of Accounting Law Communication and Technology, 2(1), 281–288. https://doi.org/10.57235/jalakotek.v2i1.4553
- Siregar, M. (2024). Teori hukum progresif dalam konsep negara hukum Indonesia. Muhammadiyah Law Review, 8(2). https://doi.org/10.24127/mlr.v8i2.3567
- Solikhin, N. (2021). Pengantar metodologi penelitian hukum. CV. Penerbit Qiara Media.
- Solikhin, R. (2023). Perkembangan dan urgensi penerapan online dispute resolution (ODR) dalam penyelesaian sengketa perdagangan elektronik di Indonesia. Padjadjaran Law Review, 11(1), 66–80. https://doi.org/10.56895/plr.v11i1.1235
- Sugeng. (2020). Hukum telematika Indonesia. Kencana.
- Yahman. (2016). Cara mudah memahami wanprestasi dan penipuan dalam hubungan kontrak komersial. Kencana.
- Yonata, Y. (2025). Online dispute resolution (ODR) sebagai alternatif penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia. https://journal.stekom.ac.id/index.php/Jaksa
References
Anindya, D., & Tri, D. (2025). Penerapan klausula pilihan hukum dan pilihan forum dalam penyelesaian sengketa kontrak internasional. https://doi.org/10.56338/jks.v8i3.7179
Atmoko, D., & Handayani, O. (2023). Hukum kontrak (teori dan perancangan kontrak). CV Literasi Nusantara Abadi.
CNN Indonesia. (2025, 19 Mei). Ekspor UMKM nyaris tembus Rp1 T per April 2025. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250519184051-92-1230882/ekspor-umkm-nyaris-tembus-rp1-t-per-april-2025
Darmayanti, E., & Ginting, E. (2025). Analisis hukum kontrak elektronik ditinjau dari kitab undang-undang hukum perdata: Kekuatan kontrak elektronik. [Data sumber publikasi tidak lengkap pada teks asli].
Efendi, J., & Ibrahim, J. (2018). Metode penelitian hukum: Normatif dan empiris. Kencana.
Hanida, D. (2023). Penerapan online dispute resolution (ODR) dalam upaya penyelesaian sengketa e-commerce di Indonesia. Yustisi, 10(3), 31–39. https://doi.org/10.32832/yustisi.v10i3.15195
Harahap, L., & Situngkir, J. (2025). Peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. https://ejournal.cendekiainsight.com/index.php/PESTEL
Kusumadara, A. (2013). Kontrak bisnis internasional. Sinar Grafika.
Made, I. M. G. G., Hirsanuddin, & Raodah, P. (2023). Penyelesaian sengketa konsumen melalui ODR (online dispute resolution). Commerce Law, 3(2). https://doi.org/10.29303/commercelaw.v3i2.3518
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
Naja, D. (2006). Contract drafting: Seri keterampilan merancang kontrak bisnis. PT Citra Aditya Bakti.
Parera, A. (2022). Perlindungan hukum bagi pemegang polis akibat wanprestasi. Andi.
Qamar, N., & Rezah, F. (2020). Metode penelitian hukum doktrinal dan non-doktrinal. CV. Social Politic Genius.
Ramadani, T. M., & Nurliyantika, R. (2022). Tanda tangan elektronik dalam kontrak bisnis internasional. Sol Justicia, 5(1), 87–96. https://doi.org/10.54816/sj.v5i1.479
Rayón Ballesteros, M. C., & González Ávila, J. L. (2024). Online dispute resolution platforms (ODR): A legal and technical perspective. Law and Business, 4(1), 28–38. https://doi.org/10.2478/law-2024-0006
Royani, E., Fitriyah, & Yahdiani, Y. (2023). Rekonstruksi hukum e-commerce di Indonesia. CV. Amerta Media.
Saifuddin, S., & Zulaeha, S. (2022). Mitigasi risiko drop selling pada pelaku UMKM menggunakan e-commerce (studi kasus: UMKM Kampoeng Snack). Jurnal Ilmiah Ekonomi Dan Bisnis, 19(1), 56–65. https://doi.org/10.31849/jieb.v19i1.7666
Sari, A. G., Sudarmanto, H. L., & Kusumaningrum, D. (2022). Online dispute resolution (ODR) wujud alternatif penyelesaian sengketa bisnis fintech di Indonesia. Transparansi Hukum, 5(1). https://doi.org/10.30737/transparansi.v5i1.2268
Simandalahi, E., Siregar, J., Hutauruk, R., Simatupang, R., & Anggusti, M. (2024). Perbandingan ketentuan yang mengatur cross border e-commerce antara Indonesia dan Cina. Journal of Accounting Law Communication and Technology, 2(1), 281–288. https://doi.org/10.57235/jalakotek.v2i1.4553
Siregar, M. (2024). Teori hukum progresif dalam konsep negara hukum Indonesia. Muhammadiyah Law Review, 8(2). https://doi.org/10.24127/mlr.v8i2.3567
Solikhin, N. (2021). Pengantar metodologi penelitian hukum. CV. Penerbit Qiara Media.
Solikhin, R. (2023). Perkembangan dan urgensi penerapan online dispute resolution (ODR) dalam penyelesaian sengketa perdagangan elektronik di Indonesia. Padjadjaran Law Review, 11(1), 66–80. https://doi.org/10.56895/plr.v11i1.1235
Sugeng. (2020). Hukum telematika Indonesia. Kencana.
Yahman. (2016). Cara mudah memahami wanprestasi dan penipuan dalam hubungan kontrak komersial. Kencana.
Yonata, Y. (2025). Online dispute resolution (ODR) sebagai alternatif penyelesaian sengketa bisnis di Indonesia. https://journal.stekom.ac.id/index.php/Jaksa