Main Article Content
Abstract
The conservation area of KSA/KPA Gunung Lengkuas has undergone significant land-use changes due to extensive soil excavation, leaving behind open pits and ponds. The construction of an asphalt road cutting through the area has further increased accessibility, thereby intensifying competition among various stakeholders to control and manage the land. This situation has triggered persistent tenurial conflicts. The purpose of this study is to analyze strategies for resolving tenurial conflicts in the KSA/KPA Gunung Lengkuas Conservation Forest, Bintan Regency, Riau Islands Province, following the enactment of the Omnibus Law. The research employs conflict resolution theory by Hugh Miall, Oliver Ramsbotham, and Tom Woodhouse, encompassing strategies of competition, accommodation, collaboration, avoidance, and compromise/negotiation. A qualitative descriptive case study approach was applied, with data obtained from eight key informants through observation, interviews, and documentation. Data analysis involved source triangulation, SWOT analysis, and internal–external matrix evaluation. Findings indicate that conflict resolution in this conservation forest is best achieved through collaboration strategies, supported by conservation partnership programs and community empowerment. However, current approaches remain ineffective, particularly in addressing third-party land rights within residential zones. The study recommends enhanced government–community engagement, legal clarity on land tenure, and sustained socialization efforts to prevent future tenurial conflicts.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Bahary, S., & Rosadi, O. (2023). Implementasi prinsip ultimum remedium dalam penegakan hukum pada kawasan keterlanjuran. UNES Law Review, 5(4), 1666–1675. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4
- BPKHTL Wilayah XII Tanjungpinang. (2020). Rencana strategis Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XII Tanjung Pinang Tahun 2020–2024. Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah XII Tanjung Pinang. https://bpkhtlxiitanjungpinang.com/index.php/laporan/
- BBKSDA Riau. (2022). Sejarah singkat Balai Besar KSDA Riau. BBKSDA Riau.
- Diantoro, T. D. (2021). Dinamika kebijakan resolusi konflik tenurial kawasan hutan era Joko Widodo. Media of Law and Sharia, 1(4), 245–267. https://doi.org/10.18196/mls.v1i4.10272
- Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. (2022). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 17 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal KSDAE. https://ksdae.menlhk.go.id/peraturan.html
- Febriani, H., Maharani, C., & Haq, S. A. I. (2023). Pengaturan mediasi penal pasca regulasi keadilan restoratif di Kepolisian, Kejaksaan, dan Mahkamah Agung. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 14(1), 152–176.
- Hartoyo, D., Putri, E. F., & Pambudi, K. S. (2019). Kemitraan konservasi dan masa depan hutan Papua. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 149.
- Miall, H., Woodhouse, T., & Ramsbotham, O. (2002). Resolusi damai konflik kontemporer. Rajawali Press.
- Moleong, L. J. (2021). Metode penelitian kualitatif (40th ed.). Remaja Rosdakarya.
- Nugroho, A. W. (2021). Membaca arah perubahan kehutanan pasca-terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 7(2), 275–296. https://doi.org/10.38011/jhli.v7i2.278
- Prayitno, D. E. (2020). Kemitraan konservasi sebagai upaya penyelesaian konflik tenurial dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(2), 184–209. https://doi.org/10.38011/jhli.v6i2.175
- Putra, A. A. (2023). Konflik dan penyelesaian sengketa tanah pelaba di Desa Adat Kerobokan Kabupaten Badung perspektif hukum adat Bali. IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research, 1(1), 16–22. https://doi.org/10.60153/ijolares.v1i1.4
- Rangkuti, F. (2018). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis cara perhitungan bobot, rating, dan OCAI. Gramedia Pustaka Utama.
- Republik Indonesia. (1999). Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Details/43104/uu-no-41-tahun-1999
- Pemerintah Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Details/176201/pp-no-23-tahun-2021
- Pemerintah Pusat Indonesia. (2024). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Details/295135/uu-no-32-tahun-2024
- Satriawan, H. A., & Umami, A. M. (2024). Efektivitas peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam dalam penanganan konflik tenurial di kawasan wisata Tanjung Tampa. Jurnal Kompilasi Hukum, 9(2).
- Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D, dan penelitian pendidikan (Vol. 67). Alfabeta.
- Wijaya, P., Walangitan, H. D., & Rotinsulu, W. C. (2022). Strategi penyelesaian konflik tenurial melalui kemitraan konservasi di Taman Nasional Bunaken (Studi kasus Pulau Mantehage). Agri-Sosio Ekonomi Unsrat, 18(September), 803–810.
- Yin, R. K. (2009). Case study research: Design and methods (4th ed.). Sage Publications.
References
Bahary, S., & Rosadi, O. (2023). Implementasi prinsip ultimum remedium dalam penegakan hukum pada kawasan keterlanjuran. UNES Law Review, 5(4), 1666–1675. https://doi.org/10.31933/unesrev.v5i4
BPKHTL Wilayah XII Tanjungpinang. (2020). Rencana strategis Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XII Tanjung Pinang Tahun 2020–2024. Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah XII Tanjung Pinang. https://bpkhtlxiitanjungpinang.com/index.php/laporan/
BBKSDA Riau. (2022). Sejarah singkat Balai Besar KSDA Riau. BBKSDA Riau.
Diantoro, T. D. (2021). Dinamika kebijakan resolusi konflik tenurial kawasan hutan era Joko Widodo. Media of Law and Sharia, 1(4), 245–267. https://doi.org/10.18196/mls.v1i4.10272
Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. (2022). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 17 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal KSDAE. https://ksdae.menlhk.go.id/peraturan.html
Febriani, H., Maharani, C., & Haq, S. A. I. (2023). Pengaturan mediasi penal pasca regulasi keadilan restoratif di Kepolisian, Kejaksaan, dan Mahkamah Agung. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 14(1), 152–176.
Hartoyo, D., Putri, E. F., & Pambudi, K. S. (2019). Kemitraan konservasi dan masa depan hutan Papua. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 149.
Miall, H., Woodhouse, T., & Ramsbotham, O. (2002). Resolusi damai konflik kontemporer. Rajawali Press.
Moleong, L. J. (2021). Metode penelitian kualitatif (40th ed.). Remaja Rosdakarya.
Nugroho, A. W. (2021). Membaca arah perubahan kehutanan pasca-terbitnya Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 7(2), 275–296. https://doi.org/10.38011/jhli.v7i2.278
Prayitno, D. E. (2020). Kemitraan konservasi sebagai upaya penyelesaian konflik tenurial dalam pengelolaan kawasan konservasi di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, 6(2), 184–209. https://doi.org/10.38011/jhli.v6i2.175
Putra, A. A. (2023). Konflik dan penyelesaian sengketa tanah pelaba di Desa Adat Kerobokan Kabupaten Badung perspektif hukum adat Bali. IJOLARES: Indonesian Journal of Law Research, 1(1), 16–22. https://doi.org/10.60153/ijolares.v1i1.4
Rangkuti, F. (2018). Analisis SWOT: Teknik membedah kasus bisnis cara perhitungan bobot, rating, dan OCAI. Gramedia Pustaka Utama.
Republik Indonesia. (1999). Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Details/43104/uu-no-41-tahun-1999
Pemerintah Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Details/176201/pp-no-23-tahun-2021
Pemerintah Pusat Indonesia. (2024). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2024 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum BPK RI. https://peraturan.bpk.go.id/Details/295135/uu-no-32-tahun-2024
Satriawan, H. A., & Umami, A. M. (2024). Efektivitas peran Balai Konservasi Sumber Daya Alam dalam penanganan konflik tenurial di kawasan wisata Tanjung Tampa. Jurnal Kompilasi Hukum, 9(2).
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan: Kuantitatif, kualitatif, kombinasi, R&D, dan penelitian pendidikan (Vol. 67). Alfabeta.
Wijaya, P., Walangitan, H. D., & Rotinsulu, W. C. (2022). Strategi penyelesaian konflik tenurial melalui kemitraan konservasi di Taman Nasional Bunaken (Studi kasus Pulau Mantehage). Agri-Sosio Ekonomi Unsrat, 18(September), 803–810.
Yin, R. K. (2009). Case study research: Design and methods (4th ed.). Sage Publications.