Main Article Content
Abstract
This research is motivated by the high rate of deforestation in West Papua, which has had a widespread impact on tropical forest ecosystems, biodiversity, and the socio-economic lives of indigenous communities. The urgency of this research lies in the need for an in-depth evaluation of the effectiveness of regulations and law enforcement systems in preventing and mitigating deforestation. This study uses a qualitative approach with an empirical juridical research style. Data collection techniques were conducted through literature studies, documentation, and interviews with various stakeholders, such as academics, environmental activists, and regional officials. Data were analyzed using descriptive analytical methods with normative and sociological approaches. The results of the study reveal two main findings. First, the impacts and efforts to prevent deforestation in West Papua include ecosystem damage, biodiversity loss, indigenous peoples' rights disruption, and contributions to the climate crisis and agrarian conflicts. Although forest protection regulations, a moratorium on new permits, and a reforestation program have been in place, their implementation remains weak due to limited oversight, low community participation, and a lack of enforcement of violations. Second, the effectiveness of environmental law enforcement is still less than optimal. Enforcement is still dominated by administrative rather than criminal approaches, with weak institutional capacity and political-corporate intervention hampering the independence of law enforcement. There is a clear gap between legal norms and practices in the field, indicating the need for structural and cultural strengthening in the environmental legal system in West Papua.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Bappenas dan AMAN. (2021). Pemetaan Wilayah Adat dan Kearifan Lokal di Papua. Jakarta: Bappenas.
- BPKP dan Kementerian LHK. (2020). Evaluasi Kelembagaan Pengawasan Lingkungan Papua Barat. Jakarta: Kementerian LHK.
- Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
- EIA (Environmental Investigation Agency). (2020). Deforestation for Palm Oil in Papua: Weak Law Enforcement in Indonesia. https://eia-international.org
- Friedman, L. M. (2001). The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation.
- Greenpeace Indonesia. (2020). Pantau Deforestasi Papua: Citra Satelit dan Fakta Lapangan. Jakarta: Greenpeace Indonesia.
- Greenpeace Indonesia. (2020). Papua: Hutan untuk Siapa? Jakarta: Greenpeace Indonesia.
- Greenpeace Indonesia. (2020). Tanah yang Dijanjikan: Investigasi Korporasi Sawit di Boven Digoel, Papua. https://www.greenpeace.org/indonesia
- Indonesia Corruption Watch (ICW). (2021). Korporasi dan Intervensi Kebijakan di Papua. Jakarta: ICW.
- Khatarina, J. (2021). Implikasi UU Cipta Kerja terhadap Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan, 19(2), 112–129. https://doi.org/10.37295/jhl.v19i2.452
- KLHK. (2022). Data Penegakan Hukum Lingkungan. Jakarta: Kementerian LHK.
- Koalisi NGO Papua. (2023). Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Tata Ruang Papua Barat. Jayapura: Koalisi NGO Papua.
- Koalisi NGO Papua. (2023). Sinkronisasi Hukum dan Adat dalam Pengelolaan Hutan. Jayapura: Koalisi NGO Papua.
- LBH Papua. (2020). Hak Ulayat dan Konflik Konsesi di Papua Barat. Jayapura: LBH Papua.
- LBH Papua. (2022). Konflik Konsesi dan Hutan Adat di Papua Barat. Jayapura: LBH Papua.
- Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Mukti Fajar ND & Yulianto Achmad. (2015). Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- PUSAKA Foundation. (2022). Hak Masyarakat Adat dalam Izin Konsesi. Jakarta: PUSAKA.
- PUSAKA Foundation. (2022). Politik Perizinan dan Ekonomi Korporasi. Jakarta: PUSAKA.
- Radbruch, G. (2006). Legal Philosophy. Oxford: Oxford University Press.
- Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Jakarta: Sekretariat Negara.
- Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Sekretariat Negara.
- Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Jakarta: Sekretariat Negara.
- Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Jakarta: Sekretariat Negara.
- Salim HS & Nurbani, N. (2014). Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Disertasi dan Tesis. Jakarta: Rajawali Pers.
- Satjipto Rahardjo. (2009). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
- Soekanto, S. (2004). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali Pers.
- Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
- Utrecht, E. (1953). Pengantar dalam Hukum Indonesia. Jakarta: Pustaka Rakyat.
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (2021). Kegagalan Penindakan terhadap Korporasi Pelanggar Lingkungan di Papua. Jakarta: WALHI.
- Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (2022). Evaluasi Pelaksanaan Penegakan Lingkungan di Papua Barat. Jakarta: WALHI.
- WALHI Papua. (2021). Laporan Investigasi Pembukaan Lahan di Papua Barat. Jayapura: WALHI Papua.
References
Bappenas dan AMAN. (2021). Pemetaan Wilayah Adat dan Kearifan Lokal di Papua. Jakarta: Bappenas.
BPKP dan Kementerian LHK. (2020). Evaluasi Kelembagaan Pengawasan Lingkungan Papua Barat. Jakarta: Kementerian LHK.
Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
EIA (Environmental Investigation Agency). (2020). Deforestation for Palm Oil in Papua: Weak Law Enforcement in Indonesia. https://eia-international.org
Friedman, L. M. (2001). The Legal System: A Social Science Perspective. New York: Russell Sage Foundation.
Greenpeace Indonesia. (2020). Pantau Deforestasi Papua: Citra Satelit dan Fakta Lapangan. Jakarta: Greenpeace Indonesia.
Greenpeace Indonesia. (2020). Papua: Hutan untuk Siapa? Jakarta: Greenpeace Indonesia.
Greenpeace Indonesia. (2020). Tanah yang Dijanjikan: Investigasi Korporasi Sawit di Boven Digoel, Papua. https://www.greenpeace.org/indonesia
Indonesia Corruption Watch (ICW). (2021). Korporasi dan Intervensi Kebijakan di Papua. Jakarta: ICW.
Khatarina, J. (2021). Implikasi UU Cipta Kerja terhadap Penegakan Hukum Lingkungan di Indonesia. Jurnal Hukum Lingkungan, 19(2), 112–129. https://doi.org/10.37295/jhl.v19i2.452
KLHK. (2022). Data Penegakan Hukum Lingkungan. Jakarta: Kementerian LHK.
Koalisi NGO Papua. (2023). Analisis Partisipasi Masyarakat dalam Tata Ruang Papua Barat. Jayapura: Koalisi NGO Papua.
Koalisi NGO Papua. (2023). Sinkronisasi Hukum dan Adat dalam Pengelolaan Hutan. Jayapura: Koalisi NGO Papua.
LBH Papua. (2020). Hak Ulayat dan Konflik Konsesi di Papua Barat. Jayapura: LBH Papua.
LBH Papua. (2022). Konflik Konsesi dan Hutan Adat di Papua Barat. Jayapura: LBH Papua.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mukti Fajar ND & Yulianto Achmad. (2015). Dualisme Penelitian Hukum Normatif & Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
PUSAKA Foundation. (2022). Hak Masyarakat Adat dalam Izin Konsesi. Jakarta: PUSAKA.
PUSAKA Foundation. (2022). Politik Perizinan dan Ekonomi Korporasi. Jakarta: PUSAKA.
Radbruch, G. (2006). Legal Philosophy. Oxford: Oxford University Press.
Republik Indonesia. (1999). Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2013). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Jakarta: Sekretariat Negara.
Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Jakarta: Sekretariat Negara.
Salim HS & Nurbani, N. (2014). Penerapan Teori Hukum pada Penelitian Disertasi dan Tesis. Jakarta: Rajawali Pers.
Satjipto Rahardjo. (2009). Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Soekanto, S. (2004). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum. Jakarta: Rajawali Pers.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Utrecht, E. (1953). Pengantar dalam Hukum Indonesia. Jakarta: Pustaka Rakyat.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (2021). Kegagalan Penindakan terhadap Korporasi Pelanggar Lingkungan di Papua. Jakarta: WALHI.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). (2022). Evaluasi Pelaksanaan Penegakan Lingkungan di Papua Barat. Jakarta: WALHI.
WALHI Papua. (2021). Laporan Investigasi Pembukaan Lahan di Papua Barat. Jayapura: WALHI Papua.