Main Article Content
Abstract
Applying the principle of equality in law plays a vital role in protecting husbands and wives from the making of wills or deeds made without their consent. This can be examined through three main legal instruments: the Civil Code (KUH Perdata), the Compilation of Islamic Law (KHI), and Law Number 1 of 1974 concerning Marriage, as amended by Law Number 16 of 2019. This study applies a normative legal approach, namely a method that analyzes written legal norms that officially apply to the national legal system. In the context of managing joint property in marriage, the existence of consent from both parties—husband and wife—is an essential requirement that cannot be ignored. This is based on the principle that all forms of wealth obtained during the marriage bond are joint property, so they cannot be transferred, sold, donated, or used as collateral unilaterally without the consent of the spouse. Every legal action concerning joint property must be based on the agreement of both parties as a form of recognition of each party's rights to ownership. This provision aims to create justice and balance in household relationships and prevent the possibility of abuse of authority by one party. Therefore, the active involvement of the spouse in giving consent is an essential aspect to ensure the validity of a legal action and the proportional protection of rights over joint assets.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
- Alim, M. (2001). Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Madinah dan Undang-Undang Dasar 1945. Yogyakarta: UII Press.
- Ashar, N. W., Yunus, A., & Baharuddin, H. (2021). Kedudukan Akta Peralihan Hibah Terhadap Bagian Mutlak Ahli Waris. Journal of Lex Generalis (JLG), 2(4), 1544–1555. https://pasca-umi.ac.id/index.php/jlg/article/view/460/525
- Enggawita, B. (2021). Tanggung Jawab Notaris Dan PPAT Terhadap Jual Beli Dan Hibah Hak Atas Tanah Sebagai Harta Bersama Akibat Perceraian. Jurnal Kertha Semaya, 9(11), 2012–2032. https://doi.org/10.24843/KS.2021.v09.i11.p03
- Firdausy, V. (2022). Ligitime Portie dalam Pewarisan Menurut Kitab Undang Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam. Uniska Law Review, 3(1), 73–87. https://doi.org/10.32503/ulr.v3i1.2508
- Ghofur, A. (2019). Lembaga Kenotariatan Indonesia: Perspektif Hukum dan Etika. Yogyakarta: UII Press.
- Halilah, S., & Arif, M. F. (2021). Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(II). https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Siyasah/article/view/334/275
- Harahap, M. Y. (2000). Kedudukan Kewenangan dan Acara Peradilan Agama. Yogyakarta: UII Press.
- Jalil, S. M. A., & Hakim, G. (2023). Kedudukan Legitime Portie dalam Hukum Waris Perdata, Delarev Lakidende Law Review. Lakidende Law Review, 2(2), 442–447. https://doi.org/10.47353/delarev.v2i2.53
- Judiasih, S. D. (2019). Harta Benda Perkawinan. Bandung: Refika Aditama.
- Kamalia, A., Rachmainy, L., & Kusmayanti, H. (2020). Problematika Pembatalan Hibah dalam Legitimaris (Studi Putusan Nomor: 440/Pdt. G/2013/PN. Jkt. Pst). Pagaruyuang Law Journal, 4(1), 1–23. https://doi.org/10.31869/plj.v4i1.2086
- Kusmayanti, H., Fakriah, E. L., & Payu, M. R. (2020). Pembagian Harta Bersama Pasca Terjadinya Perceraian Di Kabupaten Aceh Tengah Berdasarkan Hukum Islam Dan Hukum Adat. Jurnal Hukum PRIORIS, 8(1), 1–14. https://doi.org/10.25105/prio.v8i1.14963
- Kusumaatmadja, M. (2002). Konsep-Konsep Hukum dalam Pembangunan: Kumpulan Karya Tulis. Bandung: Pusat Studi Wawasan Nusantara, Hukum dan Pembangunan bekerjasama dengan Penerbit P.T. Alumni.
- La Ode, A. (2022). Degradasi Akta Hibah Wasiat Dari Akta Autentik Menjadi Surat Di Bawah Tangan Berdasarkan Putusan Pengadilan Dan Dampak Penerapan Dalam Pembagian Harta Warisan. Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s, 4(1), 42–54. https://doi.org/10.35814/otentik.v4i1.3344
- Meutia, F. (2022). Pembatalan Akta Hibah Wasiat Dan Akibatnya Terhadap Pembagian Waris (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2665 K/PDT/2019). Indonesian Notary, 4(2), 1346–1367. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol4/iss2/19/
- Nabila, I. (2021). Implikasi Hukum Akta Hibah Wasiat Yang Obyeknya Milik Pihak Lain Dan Tanggung Jawab Notarisnya (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 559/PDT. G/2018/PN. SBY). Indonesian Notary, 3(2), 380–406. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss2/24
- Nugroho, Y. A. (2023). Keberlakuan Akta Perkawinan Terhadap Harta Bersama. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 2(4), 326–331. https://wnj.westsciences.com/index.php/jhhws/article/view/296/224
- Rachmavianti, N., & Abdullah, Z. (2025). Pembatalan Akta Hibah Warisan Tanpa Persetujuan Ahli Waris Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s, 7(1), 68–97. https://doi.org/10.35814/otentik.v7i1.7471
- Rahardjo, S. (2009). Ilmu Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
- Rohmanna, L. F., Adebayo, A. K., & Alam, S. (2023). Perspective on Inheritance Rights in Other Wives. Golden Ratio of Law and Social Policy Review, 3(1), 26–35. https://doi.org/10.52970/grlspr.v3i1.327
- Setiawan, M. T., Busro, A., & Prasetyo, M. H. (2021). Asas Keseimbangan Sebagai Indikator Keadilan di Dalam Perjanjian Baku. Notarius, 14(2), 905–915. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43782
- Siregar, R. (2022). Kewenangan Notaris dalam Pembuatan Akta Hibah Wasiat Menurut Hukum Waris Indonesia. Medan: Pustaka Prima.
- Soemardjono, M. (2020). Hukum Agraria dan Hak-Hak Atas Tanah. Yogyakarta: UGM Press.
- Sulistyowati. (2019). Analisis Fiqih Siyasah Dusturiyah tentang Batas Usia Perempuan dalam perkawinan berdasarkan Undang-Undang Nomor. 1 Tahun 1974 ditinjau dari pasal 27 ayat (1) pasca Putusan MK NO. 22/PU-XV/2017. Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya.
- Suyanto, K. E. (2018). Akibat Hukum Beralihnya Objek Hibah Wasiat Terhadap Keabsahan Akta Wasiat (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 561 PK/PDT/2017). Indonesian Notary, 3(3), 515–537. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss3/22
References
Alim, M. (2001). Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Dalam Konstitusi Madinah dan Undang-Undang Dasar 1945. Yogyakarta: UII Press.
Ashar, N. W., Yunus, A., & Baharuddin, H. (2021). Kedudukan Akta Peralihan Hibah Terhadap Bagian Mutlak Ahli Waris. Journal of Lex Generalis (JLG), 2(4), 1544–1555. https://pasca-umi.ac.id/index.php/jlg/article/view/460/525
Enggawita, B. (2021). Tanggung Jawab Notaris Dan PPAT Terhadap Jual Beli Dan Hibah Hak Atas Tanah Sebagai Harta Bersama Akibat Perceraian. Jurnal Kertha Semaya, 9(11), 2012–2032. https://doi.org/10.24843/KS.2021.v09.i11.p03
Firdausy, V. (2022). Ligitime Portie dalam Pewarisan Menurut Kitab Undang Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam. Uniska Law Review, 3(1), 73–87. https://doi.org/10.32503/ulr.v3i1.2508
Ghofur, A. (2019). Lembaga Kenotariatan Indonesia: Perspektif Hukum dan Etika. Yogyakarta: UII Press.
Halilah, S., & Arif, M. F. (2021). Asas Kepastian Hukum Menurut Para Ahli. Siyasah: Jurnal Hukum Tata Negara, 4(II). https://ejournal.an-nadwah.ac.id/index.php/Siyasah/article/view/334/275
Harahap, M. Y. (2000). Kedudukan Kewenangan dan Acara Peradilan Agama. Yogyakarta: UII Press.
Jalil, S. M. A., & Hakim, G. (2023). Kedudukan Legitime Portie dalam Hukum Waris Perdata, Delarev Lakidende Law Review. Lakidende Law Review, 2(2), 442–447. https://doi.org/10.47353/delarev.v2i2.53
Judiasih, S. D. (2019). Harta Benda Perkawinan. Bandung: Refika Aditama.
Kamalia, A., Rachmainy, L., & Kusmayanti, H. (2020). Problematika Pembatalan Hibah dalam Legitimaris (Studi Putusan Nomor: 440/Pdt. G/2013/PN. Jkt. Pst). Pagaruyuang Law Journal, 4(1), 1–23. https://doi.org/10.31869/plj.v4i1.2086
Kusmayanti, H., Fakriah, E. L., & Payu, M. R. (2020). Pembagian Harta Bersama Pasca Terjadinya Perceraian Di Kabupaten Aceh Tengah Berdasarkan Hukum Islam Dan Hukum Adat. Jurnal Hukum PRIORIS, 8(1), 1–14. https://doi.org/10.25105/prio.v8i1.14963
Kusumaatmadja, M. (2002). Konsep-Konsep Hukum dalam Pembangunan: Kumpulan Karya Tulis. Bandung: Pusat Studi Wawasan Nusantara, Hukum dan Pembangunan bekerjasama dengan Penerbit P.T. Alumni.
La Ode, A. (2022). Degradasi Akta Hibah Wasiat Dari Akta Autentik Menjadi Surat Di Bawah Tangan Berdasarkan Putusan Pengadilan Dan Dampak Penerapan Dalam Pembagian Harta Warisan. Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s, 4(1), 42–54. https://doi.org/10.35814/otentik.v4i1.3344
Meutia, F. (2022). Pembatalan Akta Hibah Wasiat Dan Akibatnya Terhadap Pembagian Waris (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2665 K/PDT/2019). Indonesian Notary, 4(2), 1346–1367. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol4/iss2/19/
Nabila, I. (2021). Implikasi Hukum Akta Hibah Wasiat Yang Obyeknya Milik Pihak Lain Dan Tanggung Jawab Notarisnya (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 559/PDT. G/2018/PN. SBY). Indonesian Notary, 3(2), 380–406. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss2/24
Nugroho, Y. A. (2023). Keberlakuan Akta Perkawinan Terhadap Harta Bersama. Jurnal Hukum Dan HAM Wara Sains, 2(4), 326–331. https://wnj.westsciences.com/index.php/jhhws/article/view/296/224
Rachmavianti, N., & Abdullah, Z. (2025). Pembatalan Akta Hibah Warisan Tanpa Persetujuan Ahli Waris Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum Kenotariatan Otentik’s, 7(1), 68–97. https://doi.org/10.35814/otentik.v7i1.7471
Rahardjo, S. (2009). Ilmu Hukum. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti.
Rohmanna, L. F., Adebayo, A. K., & Alam, S. (2023). Perspective on Inheritance Rights in Other Wives. Golden Ratio of Law and Social Policy Review, 3(1), 26–35. https://doi.org/10.52970/grlspr.v3i1.327
Setiawan, M. T., Busro, A., & Prasetyo, M. H. (2021). Asas Keseimbangan Sebagai Indikator Keadilan di Dalam Perjanjian Baku. Notarius, 14(2), 905–915. https://doi.org/10.14710/nts.v14i2.43782
Siregar, R. (2022). Kewenangan Notaris dalam Pembuatan Akta Hibah Wasiat Menurut Hukum Waris Indonesia. Medan: Pustaka Prima.
Soemardjono, M. (2020). Hukum Agraria dan Hak-Hak Atas Tanah. Yogyakarta: UGM Press.
Sulistyowati. (2019). Analisis Fiqih Siyasah Dusturiyah tentang Batas Usia Perempuan dalam perkawinan berdasarkan Undang-Undang Nomor. 1 Tahun 1974 ditinjau dari pasal 27 ayat (1) pasca Putusan MK NO. 22/PU-XV/2017. Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya.
Suyanto, K. E. (2018). Akibat Hukum Beralihnya Objek Hibah Wasiat Terhadap Keabsahan Akta Wasiat (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 561 PK/PDT/2017). Indonesian Notary, 3(3), 515–537. https://scholarhub.ui.ac.id/notary/vol3/iss3/22