Main Article Content

Abstract

This study aims to analyze the comparative nature of public service organizations in Bintan Regency and Tanjungpinang City, emphasizing the role conflict between bureaucrats in implementing sustainable public policies. Public organizations play a crucial role as policy implementers, transforming government decisions into public services. However, in practice, role conflict often occurs due to abuse of authority, unclear division of tasks, and differing interests among bureaucratic institutions. This study applies a qualitative approach and descriptive explanatory analysis methods to observe the differences in the characteristics of public service organizations in the two regions. The research findings indicate that variations in organizational structure, bureaucratic capacity, and regional development focus influence the dynamics of role conflict in public policy implementation. Bintan Regency, which focuses on developing the tourism sector, faces challenges in inter-agency coordination related to development policies, while Tanjungpinang City, as the center of government administration, experiences complex bureaucratic coordination for public services. This study explains the significance of role clarity, inter-institutional collaboration, and increasing the capacity of bureaucratic organizations to improve the effectiveness of public policy implementation and the quality of services to the public.

Keywords

Bureaucratic Roles Public Service Organizations Public Policy Bureaucratic Reform Public Services

Article Details

How to Cite
Firman, F., Tua, H., Duri, R., & Erliadi, B. (2026). Comparison of Public Service Organizations in Bintan Regency and Tanjungpinang City: An Analysis of Bureaucratic Role Conflict in the Implementation of Sustainable Public Policies. Golden Ratio of Data in Summary, 6(3), 642–653. https://doi.org/10.52970/grdis.v6i3.2213

References

  1. Alia, Z., Nur, S., Nofrilia, V., & Saputra, B. (2025). Reformasi birokrasi dalam kualitas pelayanan publik: Suatu tinjauan literatur. 2(4).
  2. Aneta, A. (2012). Perkembangan teori administrasi negara. 9(1), 1–24.
  3. Choirulsyah, D. (2024). Implementasi etika administrasi publik: Langkah utama dalam menciptakan good governance di Indonesia. 9(3), 195–203.
  4. Devy, A. N., & Solikhah, B. (2022). Pengaruh tekanan anggaran waktu, konflik peran, dan ambiguitas peran terhadap perilaku disfungsional audit. 1(5), 337–349.
  5. Dwi, A., & Nabhan, F. (2023). Pengaruh role conflict dan role ambiguity terhadap job performance dengan organizational commitment sebagai variabel: Studi pada karyawan leasing di Salatiga. 24(2), 123–138.
  6. Febriani, L., Fadillah, N., Negara, A., Lancang, S., & Dumai, K. (2025). Efektivitas implementasi kebijakan publik dalam mewujudkan pelayanan publik yang responsif: Tinjauan teoritis dan empiris. 4.
  7. Finanda, A. S., & Fira, J. (2024). Implementasi prinsip-prinsip pelayanan publik. 9(1), 74–78.
  8. Florida, E., Ngasi, D., & Darmawan, E. (2024). Integrasi kebijakan pemerintah dalam pengembangan pariwisata Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. 5(3), 533–547.
  9. Haeranah. (2024). Analisis administrasi tahapan kebijakan guna menunjang pelayanan pemerintahan di Indonesia. 16(2), 176–186.
  10. Hawari, A. Y., & Kartini, D. S. (2023). Transformasi birokrasi di Indonesia pasca pandemi. 4(2), 122–134.
  11. Iqlimah, A., Meitara, I., Novaldy, M. D., & Syaparman, S. (2024). Tantangan dan peluang administrasi publik dalam membangun kapasitas pemerintah daerah. 4.
  12. Lieberman, E. S., Howard, M. M., Hardy, C., Harley, B., & Phillips, N. (2004). Qualitative methods letter from the editor. 2(1).
  13. Litania. (2019). Konflik peran, ketidakjelasan peran, stres kerja, dan kualitas audit Inspektorat Provinsi Bengkulu. 9, 199–214.
  14. Maharudin, D. (2025). Good governance dalam pelayanan publik: Systematic literature review terhadap model dan best practices di berbagai negara. 13(3), 1–11.
  15. Maulani, S., & Setiawan, T. (2024). Inovasi pelayanan publik melalui aplikasi sistem. 15, 10–24.
  16. Mendrofa, H. P., Supriadi, B., Yustiari, S. H., & Lubis, A. F. (2025). Analisis efektivitas reformasi birokrasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Indonesia. 8(1), 537–545. https://doi.org/10.56338/jks.v8i1.6811
  17. Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis.
  18. Muktaz, M. F. (2025). Pengaruh konflik peran, ambiguitas peran, budaya organisasi, dan stres kerja terhadap kinerja auditor internal.
  19. Nugroho, D., Subagio, H., & Rachmadi, H. (2023). Birokrasi pemerintahan dan pelayanan publik adaptif dalam bingkai keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta. 3, 313–327.
  20. Pratiwi, Y. E., Satoto, E. B., & Puspitadewi, I. (2024). Kesesuaian penempatan kerja terhadap kinerja karyawan: Studi kasus pada karyawan Universitas Muhammadiyah Jember.
  21. Pullen, E., Ruijer, E., & Meijer, A. (2026). Governing ethics for the digital transformation: Developing, testing, and validating a framework. Government Information Quarterly, 43(2), 102117. https://doi.org/10.1016/j.giq.2026.102117
  22. Rauf, R., & Saputra, M. R. (2023). Inovasi pelayanan publik pada Pemerintah Daerah Provinsi Riau. 5(2), 178–186.
  23. Sari, M. K., Diah, N., Dewi, U., & Astawa, I. W. (2024). Pengaruh konflik peran, kecerdasan emosional, dan komunikasi terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Bali. 5(3), 1999–2004.
  24. Septiana, N. N., Khoiriyah, Z., & Shaleh. (2024). Metode penelitian studi kasus dalam pendekatan kualitatif. 10.
  25. Septiano, R., Verafirma, V., Lusiana, L., & Marwan, M. (2025). Pengaruh kualitas layanan, konflik peran, dan motivasi terhadap kepuasan masyarakat. 6(3), 731–744.
  26. Setiadi, A. (2022). Reformasi pelayanan publik dalam upaya meningkatkan kepuasan publik. 7(11).
  27. Setiawan, I., Sururama, R., & Nurdin, I. (2022). Implementasi kebijakan penyederhanaan organisasi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. 2(1), 12–25.
  28. Shinta Ulan Sari, Yudianto, I., & S. M. (2024). Pengaruh implementasi good government governance pada kualitas pelayanan publik: Studi pada pemerintah daerah di Indonesia. 11(2), 427–441.
  29. Zulkarnain, Z. P. (2025). Coercive isomorphic change: A case study of digital workspace at Ministry of National Development Planning. 15(1), 1–19. https://doi.org/10.5296/jpag.v15i1.22476

Similar Articles

<< < 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.