Main Article Content

Abstract

This study analyzes the factors that drive farmers to shift from cultivating lowland rice to corn in Lembantongoa Village, Palolo District, Sigi Regency. Using a descriptive qualitative method, data were collected through observation, interviews, and questionnaires, with proportional random sampling. Analysis was conducted using frequency distribution tables. Findings reveal that the shift was mainly due to declining rice productivity, which reduced farmer income. Corn was chosen as an alternative because of its shorter harvesting period and higher economic value. Data from 2015 to 2022 show a 4.6% decrease in rice planting area and an 11.2% increase in corn. These economic and environmental factors have influenced the village farmers' transition.

Keywords

Commodity Transfer Corn Commodity Lowland Rice Commodity

Article Details

How to Cite
Umam, S., Sading, Y., Musdayanti, M., Yunus, R., & Tallesang, M. (2025). Analysis of Factors Influencing The Shift from Rice to Maize In Lembantongoa Village, Sigi Regency, Indonesia. Golden Ratio of Data in Summary, 5(4), 740–753. https://doi.org/10.52970/grdis.v5i4.1246

References

  1. Alamsyar, A. (2022). Dampak alih fungsi lahan padi sawah terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Sigi. Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian, 10(1), 176–185. https://jurnal.faperta.untad.ac.id/index.php/agrotekbis/article/view/1199
  2. Amalia, R., & Firmadhani, C. (2022). Teknik pengambilan keputusan. CV. Rtujuh Media Printing. https://doi.org/10.21831/efisiensi.v3i2.3796
  3. Astuti, U. P., Wibawa, W., & Ishak, A. (2011). Lahan pangan menjadi kelapa sawit di Bengkulu: Kasus petani di Desa Kungkai Baru. Prosiding Seminar Nasional, 189–195.
  4. Aumora, N. S., Bakce, D., & Dewi, N. (2016). Analisis efisiensi produksi usahatani kelapa di Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir. Jurnal Sorot, 11(1), 47–59. https://doi.org/10.31258/sorot.11.1.3870
  5. BPS Kabupaten Sigi. (2016a). Luas panen jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar menurut kecamatan di Kabupaten Sigi (hektar), 2015.
  6. BPS Kabupaten Sigi. (2016b). Luas panen padi sawah dan padi ladang menurut kecamatan di Kabupaten Sigi (hektar), 2015.
  7. Daniel, M. (2002). Pengantar Ekonomi Pertanian. Bumi Aksara.
  8. Daniel, M. (2004). Pengantar Ekonomi Pertanian (edisi revisi). Bumi Aksara.
  9. Daulay, P. (2004). Konversi lahan komoditi karet menjadi komoditi kelapa sawit (studi kasus di Desa Batu Tunggal, Kecamatan Na. IX–X, Kabupaten Labuhan Batu). Universitas Sumatera Utara.
  10. DTPHP Kabupaten Sigi. (2023a). Luas tanam, luas panen, produktivitas, produksi jagung Kabupaten Sigi menurut kecamatan tahun 2022. In Sangu Data Sigi. (judul terduplikasi sepertinya; perlu konfirmasi).
  11. DTPHP Kabupaten Sigi. (2023b). Luas tanam, luas panen, produktivitas, produksi padi Kabupaten Sigi menurut kecamatan tahun 2022. In Sangu Data Sigi. http://sigione.swg.co.id/data/detail/luas-tanam-luas-panen-produktivitas-produksi-padi-kabupaten-sigi-menurut-kecamatan-tahun-2022-tahun-2022/lihat/luas-tanam-luas-panen-produktivitas-produksi-padi-kabupaten-sigi-menurut-kecamatan-tahun-2022-tahun-2022
  12. Hanafie, A. (2010). Pengantar Ekonomi Pertanian. Andi Publisher.
  13. Hasanah, H. (2016). Teknik-teknik observasi (sebuah alternatif metode pengumpulan data kualitatif ilmu-ilmu sosial). At-Taqaddum, 8(1), 21–46. https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163
  14. Hastuti, D. R. D. (2007). Pengantar, teori, dan kasus ekonomika pertanian. Penebar Swadaya.
  15. Hastuti, D. R. D., & Rahim, A. (2007). Ekonomika pertanian: Pengantar, teori, dan kasus. Penebar Swadaya.
  16. Hayati, M., & Maisaroh, S. (2019). Faktor-faktor yang memengaruhi keputusan petani dalam pemilihan komoditas (studi kasus pada tanaman tembakau dan padi di Kabupaten Pamekasan). Journal of Pediatrics, 12(2), 84–92.
  17. Hidayat, S. I., & Rofiqoh, L. L. (2020). Analisis alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Kediri. Journal of Social and Economic of Agriculture, 9(1), 59–68. https://doi.org/10.26418/j.sea.v9i1.40646
  18. Irmawati, I., Nuraeni, N., & Nurliani, N. (2019). Analisis faktor yang memengaruhi alih fungsi lahan serta dampaknya terhadap pendapatan petani (studi kasus lahan kakao menjadi lahan sawah di Desa Salulekbo, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah). Wiratani, 2(1), 1–10.
  19. Janah, R., Eddy, B. T., & Dalmiyatun, T. (2017). Alih fungsi lahan pertanian dan dampaknya terhadap kehidupan penduduk di Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 1(1), 1–10. Journal. Faperta. Untad.ac.id
  20. Kartasapoetra, G. (1998). Pengantar ekonomi produksi pertanian. Bina Aksara.
  21. Makbul, M. (2021). Metode pengumpulan data dan instrumen penelitian. UIN Alauddin Makassar.
  22. Mubyarto, M. (1989). Pengantar ekonomi pertanian. LP3ES.
  23. Muthalib, A., Rifai, E., & Utomo, M. (1992). Pembangunan dan alih fungsi lahan. Balai Penelitian Universitas Lampung.
  24. Nazir, M. (2013). Metode penelitian. Ghalia Indonesia.
  25. Novianti, N., Wijayanti, N., & Nurwahidah, S. (2023). Faktor-faktor yang memengaruhi alih komoditi padi menjadi komoditi jagung di Dusun Uma Buntar Desa Pelat Kecamatan Unter Iwes. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 3(1), 1–10.
  26. Nurjanah, A. S., Hardiani, H., & Junaidi, J. (2018). Analisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan petani jagung di Kecamatan Kumpeh (studi kasus pada Desa Mekarsari). E-Jurnal Ekonomi Sumberdaya Dan Lingkungan, 7(2), 103–114. https://doi.org/10.22437/jels.v7i2.11935
  27. Paeru, R. H., & Dewi, T. Q. (2017). Panduan praktis budidaya jagung (F. A. Nurrohmah, Ed.; 1st ed.). Penebar Swadaya.
  28. Pasolong, H. (2023). Teori pengambilan keputusan. CV. Alfabeta.
  29. Purnamaningsih, R. (2016). Induksi kalus dan optimasi regenerasi empat varietas padi melalui kultur in vitro. Journal AgroBiogen, 2(2), 74–80. https://doi.org/10.21082/jbio.v2n2.2006.p74-80
  30. Rahardja, R., & Manurung, M. (2006). Pengantar ilmu ekonomi. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
  31. Rouw, A. (2008). Analisis dampak keragaman curah hujan terhadap kinerja produksi padi sawah (studi kasus di Kabupaten Merauke, Papua). Jurnal Pengkajian Dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 11(2), 146–155. https://doi.org/10.21082/jpptp.v11n2.2008.p%p
  32. Soediono, B. (1989). Psikologi perkembangan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(160).
  33. Soekartawi, S. (2003). Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Raja Grafindo Persada.
  34. Soekartawi, S., Rusmadi, R., & Damaijati, E. (1993). Risiko dan ketidakpatian dalam agribisnis: Teori dan aplikasi. Raja Grafindo Persada.
  35. Sugiharso, S. (2008). Teori ekonomi mikro. Raja Grafindo Persada.
  36. Sugiyono, S. (2008). Metode penelitian bisnis. CV. Alfabeta.
  37. Sugiyono, S. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (19th ed.). CV. Alfabeta.
  38. Yuliarso, Z. (2006). Pengambilan keputusan dalam berusahatani sayuran di Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Agrisep Universitas Bengkulu, 5(1).

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.